Pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis, ” Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?”
Iblis menjawab dengan jujur, ” Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.”
” Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?” tanya Rasulullah SAW.
” Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT.” Jawab Iblis.
” Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).”
” Siapa lagi ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
” Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”
” Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama 3 hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang2 yang bersabar.” jawab Iblis.
” Siapa lagi yang engkau benci ?”
” Orang kaya yang bersyukur.”
” Lalu apa yang bisa memberitahumu bahwa ia bersyukur ?”
” Bila saya melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya.”
” Bagaimana kondisimu apabila umatku menjalankan sholat ?” tanya Rasulullah SAW.
” Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,” jawab Iblis.
” Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.
Apabila mereka menunaikan manasik Haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan2 orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu membelahku menjadi dua.”
” Mengapa ?”
” Sebab dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan dia disenangi di kalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit.”
” Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,” tutur Rasulullah SAW.
” Tidak mungkin ! Di mana umatmu bisa bahagia sementara aq senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap umatmu, sementara aq bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kamatianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (kiamat), sungguh aq akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Qur’an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba2 Allah SWT yang mukhlis (murni).” jawab Iblis.
Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, ” Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu ?”
” Orang2 yang suka makan riba.” jawab Iblis lagi.
” Siapa teman dekatmu ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang yang berzina.”
” Siapa teman tidurmu ?”
” Orang yang mabuk.” jawab Iblis.
” Siapa tamumu ?” Tanya Rasulullah
” Pencuri.”
” Siapa utusanmu ?” tanya Rasulullah
” Tukang sihir (dukun).” jawab Iblis.
” Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang bersumpah dengan talak.” jawab Iblis.
” Siapa kekasihmu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang meninggalkan sholat Jum’at.”
” Apa yang membuat hatimu panas ?” tanya Rasulullah.
” Bila manusia banyak beristighfar kepada Allah, di malam maupun siang hari.”
” Apa yang membuatmu malu dan hina ?” tanya Rasulullah.
” Sedekah secara rahasia.” jawab Iblis.
” Apa yang dapat mengendalikan kepalamu ?” tanya Rasulullah
” Memperbanyak sholat berjamaah.”
” Siapa orang yang paling membahagiakanmu ?” tanya Rasulullah
” Orang yang sengaja meninggalkan sholat.”
” Siapa yang paling celaka menurut engkau ?” Tanya Rasulullah
” Orang2 yang kikir.” Lalu, kata Iblis lagi, ” Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut memakan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.”
” Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aq adalah temannya.”
” Aq memohon kepada-Nya agar aq punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Aq memohon agar punya masjid, maka pasar adalah masjidku. Aq memohon agar punya Al Qur’an, maka syair adalah Al Qur’anku. Aq mohon agar aq punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Aq memohon kepada-Nya agar aq punya tempat tidur, maka orang2 yang mabuk adalah tempat tidurku …. ”
Rasulullah berkata kepada Iblils, ” Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat2 dari kitab Allah tentu aq tidak akan membenarkanmu.”
* Petikan dari Syajaratul-Kaun, doktrin tentang pribadi Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha’i Al Andalusia, 17 Ramadhan 560 H – 22 Rabi’ust-Tsani 638 H *
Iblis menjawab dengan jujur, ” Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.”
” Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?” tanya Rasulullah SAW.
” Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT.” Jawab Iblis.
” Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).”
” Siapa lagi ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
” Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”
” Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama 3 hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang2 yang bersabar.” jawab Iblis.
” Siapa lagi yang engkau benci ?”
” Orang kaya yang bersyukur.”
” Lalu apa yang bisa memberitahumu bahwa ia bersyukur ?”
” Bila saya melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya.”
” Bagaimana kondisimu apabila umatku menjalankan sholat ?” tanya Rasulullah SAW.
” Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,” jawab Iblis.
” Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.
Apabila mereka menunaikan manasik Haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan2 orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu membelahku menjadi dua.”
” Mengapa ?”
” Sebab dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan dia disenangi di kalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit.”
” Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,” tutur Rasulullah SAW.
” Tidak mungkin ! Di mana umatmu bisa bahagia sementara aq senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap umatmu, sementara aq bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kamatianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (kiamat), sungguh aq akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Qur’an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba2 Allah SWT yang mukhlis (murni).” jawab Iblis.
Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, ” Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu ?”
” Orang2 yang suka makan riba.” jawab Iblis lagi.
” Siapa teman dekatmu ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang yang berzina.”
” Siapa teman tidurmu ?”
” Orang yang mabuk.” jawab Iblis.
” Siapa tamumu ?” Tanya Rasulullah
” Pencuri.”
” Siapa utusanmu ?” tanya Rasulullah
” Tukang sihir (dukun).” jawab Iblis.
” Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang bersumpah dengan talak.” jawab Iblis.
” Siapa kekasihmu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang meninggalkan sholat Jum’at.”
” Apa yang membuat hatimu panas ?” tanya Rasulullah.
” Bila manusia banyak beristighfar kepada Allah, di malam maupun siang hari.”
” Apa yang membuatmu malu dan hina ?” tanya Rasulullah.
” Sedekah secara rahasia.” jawab Iblis.
” Apa yang dapat mengendalikan kepalamu ?” tanya Rasulullah
” Memperbanyak sholat berjamaah.”
” Siapa orang yang paling membahagiakanmu ?” tanya Rasulullah
” Orang yang sengaja meninggalkan sholat.”
” Siapa yang paling celaka menurut engkau ?” Tanya Rasulullah
” Orang2 yang kikir.” Lalu, kata Iblis lagi, ” Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut memakan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.”
” Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aq adalah temannya.”
” Aq memohon kepada-Nya agar aq punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Aq memohon agar punya masjid, maka pasar adalah masjidku. Aq memohon agar punya Al Qur’an, maka syair adalah Al Qur’anku. Aq mohon agar aq punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Aq memohon kepada-Nya agar aq punya tempat tidur, maka orang2 yang mabuk adalah tempat tidurku …. ”
Rasulullah berkata kepada Iblils, ” Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat2 dari kitab Allah tentu aq tidak akan membenarkanmu.”
* Petikan dari Syajaratul-Kaun, doktrin tentang pribadi Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha’i Al Andalusia, 17 Ramadhan 560 H – 22 Rabi’ust-Tsani 638 H *
"Ibarat panci dalam tempurung" atau istilah "hanya kodok yang terus menerus asyik berkubang dalam panci walaupun panci itu berisi air mendidih yang panas...".
" kenapa harus menjadi kodok?? lho, kita kan manusia kok dikatain kodok?. benar, protes aja, DEH coz kita kan manusia??. Tapi tw g sech, terkadang perilaku kita mencerminkan watak makhluk lain (sebagian atau menyeluruh, may be!!) baik sadar ataupun g, y kan??.y asal tw aja, yang paling ringan sindirannya mungkin “katak”.(he,he..).
istilah ini cocok bagi siapa saja yang “stagnan” , berdiam diri atau cuek dengan keadaan “bumi” sekarang. Bukan sok sempurna, namun bagaimana kita saling mengingatkan bahwa kita memang bukan “kodok” yang hanya terus menerus merasa adem ayem dengan kehidupan yang semakin lama semakin “bobrok” (GUBRAAAAKK...).
yah....seneng2 aja bagi yang senang dengan jaman modern seperti sekarang ini, berbahagialah!!! SELAMAT BERBAHAGIA aq ucapkan!! Tapi tahu tidak, zaman moderen ini dibungkus dengan zaman jahiliyyah episode baru yang yang lebih kelam banyak kebobrokan yang terjadi. Kl ZAMAN jahiliyyah dulu membunuh bayi perempuan yang telah lahir nah kalo sekarang MEMBUNUH bayi mungil yang baru akan LAHIR. Dulu, memakan DAGING saudaranya sendiri sekarang sama..memakan DAGING juga tapi dibungkus dengan GHIBAH, dulu pakeannya emang keliatan pusar dll sekarang sama buanget..bedanya sekarang “banjir” berbagai merek terkenal (NUDZUBillah..). dulu, PEDANG itu lebih TAJAM nah sekarang??LIDAH itu lebih SANGAT tajam (nyambung g sech??). Whatever, itu hanya contoh kecil, belom yang lain2 lho..yah, sekali lg bagi yang bangga dengan zaman modern ataupun yang adem ayam upz ayem,SELAMAT MENIKMATI!!
Kalo’ mendengar kata “REVOLUSI” apa yang terpikir di kepala? KEKERASAN kah? KEJAHATAN kah?? Atau mungkin PEMBERONTAKan kah?? MUNGKINkah?? atau mungkin..M.U.S.T.A.H.I.L!!!
Up to u, tp tau kah kl kita semua sedang melakukannya namun terkadang sebagian tidak mengetahui keberlangsungannya. Sama seperti diri yang dulu masih ingusan yang mungkin masih nge”dot” cucu sebotol tanpa terasa menjadi seTUA sekarang (wew!). adakah yang mengatakan kalo revolusi itu tidak akan pernah terjadi??
" kenapa harus menjadi kodok?? lho, kita kan manusia kok dikatain kodok?. benar, protes aja, DEH coz kita kan manusia??. Tapi tw g sech, terkadang perilaku kita mencerminkan watak makhluk lain (sebagian atau menyeluruh, may be!!) baik sadar ataupun g, y kan??.y asal tw aja, yang paling ringan sindirannya mungkin “katak”.(he,he..).
istilah ini cocok bagi siapa saja yang “stagnan” , berdiam diri atau cuek dengan keadaan “bumi” sekarang. Bukan sok sempurna, namun bagaimana kita saling mengingatkan bahwa kita memang bukan “kodok” yang hanya terus menerus merasa adem ayem dengan kehidupan yang semakin lama semakin “bobrok” (GUBRAAAAKK...).
yah....seneng2 aja bagi yang senang dengan jaman modern seperti sekarang ini, berbahagialah!!! SELAMAT BERBAHAGIA aq ucapkan!! Tapi tahu tidak, zaman moderen ini dibungkus dengan zaman jahiliyyah episode baru yang yang lebih kelam banyak kebobrokan yang terjadi. Kl ZAMAN jahiliyyah dulu membunuh bayi perempuan yang telah lahir nah kalo sekarang MEMBUNUH bayi mungil yang baru akan LAHIR. Dulu, memakan DAGING saudaranya sendiri sekarang sama..memakan DAGING juga tapi dibungkus dengan GHIBAH, dulu pakeannya emang keliatan pusar dll sekarang sama buanget..bedanya sekarang “banjir” berbagai merek terkenal (NUDZUBillah..). dulu, PEDANG itu lebih TAJAM nah sekarang??LIDAH itu lebih SANGAT tajam (nyambung g sech??). Whatever, itu hanya contoh kecil, belom yang lain2 lho..yah, sekali lg bagi yang bangga dengan zaman modern ataupun yang adem ayam upz ayem,SELAMAT MENIKMATI!!
Kalo’ mendengar kata “REVOLUSI” apa yang terpikir di kepala? KEKERASAN kah? KEJAHATAN kah?? Atau mungkin PEMBERONTAKan kah?? MUNGKINkah?? atau mungkin..M.U.S.T.A.H.I.L!!!
Up to u, tp tau kah kl kita semua sedang melakukannya namun terkadang sebagian tidak mengetahui keberlangsungannya. Sama seperti diri yang dulu masih ingusan yang mungkin masih nge”dot” cucu sebotol tanpa terasa menjadi seTUA sekarang (wew!). adakah yang mengatakan kalo revolusi itu tidak akan pernah terjadi??
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al-An’am : 116)
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung-jawabanya" (Al isra’:36)
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al-An’am : 116)
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung-jawabanya" (Al isra’:36)
Ada informasi yang cukup menarik yang diperoleh dari buku terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.
Mengapa orang Yahudi, rata-rata pintar? Studi yang dilakukan, mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :
Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.
Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyusui bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, kurma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).
Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan, karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging, hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.
Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi "gen" atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi "bodoh" atau "dungu". Walaupun, kalau kita perhatikan, maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi.
Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.
Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design "Levis " terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas "business and fashion". Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk "fokus" dalam berpikir!
Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, "research and development" khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada: Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. Pusat film Hollywood , Levis dan Dunkin Donat.
Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang "Bodoh" dan "Dungu". Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar!
Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan.
***
Hal ini, bukan berarti kita sebagai umat Islam salut atau bangga terhadap orang Yahudi. Tapi, kita sebagai seorang Muslim harus menunjukkan bahwa kita sebagai umat terbaik, harus bisa menjadi pencetak generasi unggul yang berlandaskan Aqidah Islam, bukan berlandaskan materi/dunia semata. Karena kita meyakini bahwa Allah menciptakan makhluk dan seisinya beserta dengan aturannya. Allah telah mengatur seluruh perbuatan manusia, baik dirinya dengan Allah, dirinya dengan dirinya sendiri, maupun dirinya dengan sesama. Dan Allah sudah membuat aturan yang paripurna mulai dunia ini diciptakan hingga akhir zaman. Jadi, tidak ada satu perbuatanpun yang tidak ada hukumnya. Inilah yang disebut dengan Syariat Islam.Syariat Islam meliputi seluruh aspek kehidupan, seperti ketika kita mendidik anak, berjual beli, makanan, pakaian, akhlak, sholat wajib, sholat mayit, pergaulan, berpolitik, dll. Ini, harus dijadikan pemahaman yang benar bagi diri kita sebagai umat Muslim. Agar kita tidak terjebak dengan kondisi saat ini. Dimana Kapitalisme saat ini sedang menggrogoti Aqidah kaum Muslimin hingga kaum muslimin berpaling kepada Islam.
Untuk itu, kita harus mulai mengenal Islam lebih dalam, agar diri kita tidak terjebak dengan jalan orang-orang yang sesat. Jadikan Islam sebagai tolak ukur perbuatan dimanapun dan kapanpun. Dan untuk mengubah itu semua, mulailah dari diri kita sendiri. Sebagaimana Allah Swt. berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa yang ada dalam kaum, sehingga kaum sendiri mengubah apa yang ada dalam jiwanya." (TQS. Ar-rad: 11)

Realiti hari ini menyaksikan manusia lelaki dan wanita telah bolos daripada pegangan agamanya sebagaimana bolosnya anak panah dari busarnya. Sifat, sikap, adab dan disiplin pergaulan jauh sekali daripada ajaran Islam. Dalam fenomena seperti ini perkataan ikhtilat “pergaulan antara lelaki dan wanita ajnabi” tentu sekali menjadi persoalan yang mengancam kesejahteraan masyarakat dan keutuhan agama.
Oleh kerana itu ulama-ulama Islam satu masa dahulu secara tegas merrghukumkan masalah ikhtilat di sekolah, di pasar dan di mana-mana tempat adalah haram. Wanita lslam pula dididik agar mengutamakan rumah daripada pekerjaan. Oleh kerana itu isu wanita bekerja dan apatah lagi berpolitik adalah satu isu yang ditegah pada satu masa dahulu. Sejajar dengan Firman Allah yang bermaksud; Dan tetaplah di rumah-rumah kamu.
Apakah ikhtilat itu haram?
Fiqh semasa pada kali ini akan menghuraikan hukum pergaulan antara lelaki dan perempuan dalam berbagai sempena dari segi dalil, skop perbincangan dan batas-batas pergaulan. Contohnya wanita di tempat kerja, di pasar, di pentas dan bergelut di bidang politik. Adakah ia harus melakukan kerja-kerja yang seperti itu padahal dia terpaksa bergaul, bercakap dan bersemuka dengan bukan muhram dan bukan kaum sejenis mereka. Fenomena seperti ini diistilahkan oleh ulama kini sebagai: “ikhtilat”. Oleh itu untuk menghurai persoalan ini kita perlu terlebih dahulu menghurai perkataan iktilat dari segi bahasa dan syariat.
Bahasa
Dari segi bahasa, ikhtilat bererti: meramukan, menggaul sesuatu dengan sesuatu yang lain yakni mencarnpurkannya.
Istilah Syariat
Yang dimaksudkan dalam perbahasan ini ialah: Percarnpuran wanita dengan lelaki iaitu perkumpulan mereka pada satu tempat, sama ada dalam bentuk kumpulan atau bersendirian. Percampuran di satu tempat selalunya menyebabkan mereka bertemu antara satu sama lain, berpandangan dan bertegur sapa. Apa hukum ikhtilat dalam konteks yang seperti?
Ikhtilat seperti yang dijelaskan pada asalnya adakah haram atau halal? Untuk mengetahui jawapan, kita utarakan pertanyaan berikut: Adakah wanita sepenuhnya seperti lelaki dalam bercampur dengan lelaki ajnabi? Yakni adakah percampuran mereka dengan lelaki sama dengan percampuran lelaki dengan lelaki, tanpa ada perbezaan?
Jawapannya ialah; Tidak, secara pastinya tidak. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahawa pergaulan wanita dengan lelaki sama dengan pergaulan lelaki dengan lelaki. Kerana asasnya pergaulan lelaki sesama lelaki adalah harus, tetapi pergaulan lelaki dengan wanita tidak begitu. Maka kalau itu asasnya, pergaulan lelaki dan wanita adalah haram, bukan harus.
Percampuran yang diharamkan
Setelah kita mengetahui asal hukum pergaulan antara leiaki dan perempuan adalah haram, maka la adalah suatu perkara yang wajib dihindarkan kecuali dalam keadaan terpaksa atau keperluan yang mendesak. Syeikh Abd. Karim Zaidan dalam kitabnya `al-mufassat fi al-mar ah’ ynag masyhur menyebutkan contoh-contoh keadaan tersebut seperti di bawah:
Pertama: Harus kerana terpaksa (dhorurah) Ikhtilat yang berlaku kerana tekpaksa seperti yang disebutkan oleh Imam Nawawi dengan katanya: Berkata ahli mazhab Syafei: Tidak ada perbezaan dalam pengharaman khulwah (berdua-duaan) sama ada dalam solat atau selainnya. Dikecualikan daripada hokum ini kedaaan-keadaan dhorurat, seperti jika seseorang lelaki ajnabi mendapati seorang wanita ajnabi bersendirian di jalan, jauh daripada kumpulan manusia tersebut jika dibimbangi keselamatannya, maka pada ketika itu wajib tanpa khilaf. Antara contoh dhorurah yang lain ialah seperti seorang lelaki ajnabi melarikan wanita dengan tujuan menyelamatkannya daripada diperkosa, jika itu adalah satu-satu jalan untuk menyelamatkan wanita tersebut.
Kedua:Harus kerana keperluan(hajat) Ulama berkata, hajat mengambil peranan dhorurah dalam mengharuskan perkara yang haram. Di sana dicatatkan beberapa keperluan yang dianggap mengharuskan ikhtilat antara lelaki dan perempuan.
- Ikhtilat kerana urusan jual beli yang dibenarkan oleh syarak. Harus bagi wanita bercampur dengan lelaki semasa berjual-beli, melakukan tawar-menawar, memilih barang dengan syarat tidak berlaku khulwat (berdua-duaan) dan memelihara adab-adab pergaulan.
- Ikhtilat kerana melakukan kerja kehakiman. Wanita harus menjadi hakim dalam perkara selain hudud di sisi Hanafiah dan dalam semua perkara di sisi az-Dzohiriah dan Imam at-Tobari. Sudah termaklum kerja sperti ini mengundang percampuran dengan kaum lelaki yang terdiri daripada pendakwa, tertuduh, saksi dan lain-lain.
- Ikhtilat kerana menjadi saksi. Islam mengharuskan wanita menjadi saksi dalam kes berkaitan dengan harta dan hak-haknya. Seperti dinyatakan dalam ayat akhir surah al-Baqarah. Menjadi saksi akan mendedahkan diri kepada percampuran dengan lelaki ajnabi.
- Ikhtilat kerana amar ma’ruf nahi munkar. Ibnu Hazmin telah menyebutkan dalam kitabnya ‘al-Muhalla’ bahawa Umar al-Khattab (r.a) telah melantik al-Syifa’ menjadi penguatkuasa perbandaran. Sudah tentu beliau akan bercampur dengan lelaki ketika menjalankan tugasnya.
- Ikhtilat kerana melayan tetamu. Harus bagi wanita melayan tetamu bersama suaminya dan jika ada alas an yang syarei seperti tujuan memuliakan tetamu dan sebagainya walaupun terpaksa bercampur dengan tetamu. Dalam hadis Bukhari, ada diriwayatkan bahawa Ummu Usaid melayani Rasulullah (SAW) dengan menghidangkan makanan dan menuangkan minuman untuk baginda (SAW).
- Ikhtilat kerana memuliakan tetamu dan jika perlu makan bersamanya. Harus bagi wanita makan bersama tetamu kerana tujuan memuliakan tetamu atau tujuan lain yang syarei. Muslim meriwayatkan kisah satu keluarga yang ingin memuliakan Rasulullah SAW dan bertamukan baginda. Oleh kerana makanan yang sedikit, mereka memadamkan api dan memperlihatkan bahawa mereka makan bersama-sama banginda. Ini bereri bahawa orang ansor dan isterinya itu duduk bersama tetamu untuk makan bersama, walaupun mereka tidak makan, kerana mengutamakan tetamu.
- Ikhtilat dalam kenderaan awam. Harus bagi wanita keluar rumah kerana menunaikan kerja-kerjanya yang diharuskan, walaupun terpaksa bercampur dengan lelaki ajnabi, seperti keluar untuk menziarahi dua ibu-bapanya, membeli-belah dan ke hospital, meski pun ia terpaksa menaiki kenderaan awam yang menyebabkan berlaku percampuran dengan penumpang lain dari kalangan lelaki ajnabi, dia mungkin dudukatau berdiri ditepinya. Percampuran ini diharuskan oleh keperluan yang syarei.
- Ikhtilat kerana kerja-kerja jihad. Antara contoh pergaulan sewaktu jihad ialah seperti membawa air, merawat pesakit dan seumpamanya. Semua perkara tersebut adalah harus dilakukan oleh wanita kerana maslahah syariah. Bukhari menyebut dalam sahihnya daripada Ar Rabei binti Muawwiz katanya: Kami bersama Nabi SAW merawat pesakit, memberi minum dan menghantar jenazah yang terbunuh ke Madinah.
- Ikhtilat untuk tujuan belajar atau mendengar nasihat. Antara suasana yang diharuskan , ikhtilat dengan tujuan mengajar agama kerana Bukhari meriwayatkan bahawa Rasulullah (s.a.w.) keluar pada satu hari raya dan sembahyang dua rakaat. Setelah selesai solat baginda berpusing mengarah wanita. Baginda menasihati mereka dan menyuruh mereka bersedekah, bersama baginda ialah Bilal.
- Ikhtilat dalarn suasana yang teiah menjadi adat kebiasaan. Tersebut dalarn kitab Muwatta persoalan: Adakah harus bagi wanita makan bersama hamba atau lelaki bukan muhramnya? Berkata Malik: Tidak ada halangan pada perbuatan tersebut, jika dalam ruang uruf bahawa wanita makan bersama lelaki tersebut. Kadang-kadang wanita makan bersama suami dan mereka yang sering makan bersama suaminya. Antara contoh yang berlaku pada zaman ini ialah percampuran sewaktu menziarahi sanak saudara atau rakan taulan.Dalam suasana yang seperti in i akan berlaku percampuran antara lelaki dan perempuan dalam satu bilik, makan pada satu meja dan sebaginya. Ini semua diharuskan selama terpelihara adab-adab Islamiah.
Pengecualian Bagi Hukum Asal
Unsur Darurat
pergaulan perempuan dan lelaki ajnabi yang dikategorikan sebagai darurat atas tujuan memberikan perlindungan atau menyelamatkan perempuan itu daripada bahaya adalah diharuskan dengan syarat tidak ada tujuan-tujuan lain. Hukum ini adalah satu pengecualian dari hukumnya yang asal iaitu haram.
Apabila Wujud Keperluan atau Hajat
Muamalat Maliyyah (urusan harta)
Perempuan dibenarkan bergaul dengan lelaki dalam urusan yang melibatkan harta seperti jual beli atau lain-lain transaksi. Ini adalah kerana urusan sebegini memerlukan interaksi antara dua pihak sebelum berlaku aqad.
Penyaksian (urusan mahkamah)
Penyaksian waita diterima syara.Di dalam kes-kes tertentu seperti dalam kes harta dan berkaitan.
Urusan kerja
Wanita diharuskan keluar rumah untuk bekerja dengan izin suami atau penjaganya. Urusan kerja kebiasaannya melibatkan pergaulan wanita dengan lelaki. Tambahan pula bilangan tempat kerja yang mengasingkan antara lelaki dan perempuan secara total amat terhad.
Melayani tetamu
Harus bagi seorang wanita melayani tetamunya dengan syarat ia mestilah ditemani oleh suami atau mahramnya. Ini kerana, kewujudan suami atau mahramnya untuk mengelakkan berlakunya 'khalwah' (bersunyi-sunyian) antara seseorang wanita dan tetamunya. Begitu juga, harus bagi seseorang wanita untuk makan bersama tetamunya dengan kehadiran suami atau mahramnya bagi menjaga hak-hak tetamu.
Keperluanlain yang tidak bertentangan dengan syariat
Oleh itu pergaulan yang berlaku contohnya dalam kenderaan awam dibolehkan atas alasan ianya adalah keperluan yang mendesak. Namun demikian, keharusan ini tertakluk kepada syarat perempuan itu keluar rumah bukan untuk tujuan yang tidak syarie seperti untuk berpoya-poya. Ia mestilah bertujuan syarie seperti bekerja untuk menyara diri atau keluarga, menziarahi keluarga, pesakit dan sebagainya. Begitu juga keadaannya jika seseorang wanita perlu ke tempat-tempat awam seperti stesen bas, keretapi, pasaraya dan sebagainya.
Pergaulan menurut kebiasaan adat dalam majlis-majlis
Pergaulan antara lelaki dan perempuan di dalam majlis-majlis keramaian yang tidak bertentangan dnegan syarak seperti kenduri kendara atau majlis-majlis keraian, ziarah keluarga atau jiran serta sahabat, melayan tetamu dan sebagainya dibolehkan.
Pergaulan semasa belajar
Umum mengetahui bahawa situasi keadaan di Malaysia di mana semua rakyatnya berhak untuk mendapatkan pendidikan. Walaubagaimanapun, mungkin timbul dalam usaha menuntut ilmu ini, persoalan tentang pergaulan yang mungkin wujud semasa proses pembelajaran tersebut. Sebagai pelajar sudah tentu akan wujud bentuk komunikasi antara rakan sekelas seperti bertanya soalan, study group dan tugasan secara berkumpulan dan sebagainya. Semua ini jelas menunjukkan betapa pergaulan tidak dapat dielakkan semasa proses pembelajaran.
Adab-Adab Ikhtilat dalam Islam > Tidak bersentuhan antara perempuan dan lelaki ajnabi. > Tidak melihat perempuan atau lelaki secara mengamati dan menaikkan syahwat. > Memelihara aurat dan kehormatan. Aurat lelaki adalah antara lutut dan pusat manakala aurat perempuan adalah seluruh tubuh badan kecuali muka dan tangan. > Tidak mengeluarkan kata-kata keji, lucah atau menunjukkan tingkahlaku yang mendorong kepada melakukan maksiat. > Tidak berdua-duaan terutama di tempat sunyi dan gelap.
Kalau belajar, mesti bercouple; berkumpulan mesti bercampur lelaki dan perempuan. Konon-kononya menambahkan lagi semangat untuk mengulangkaji dan belajar. Katanya, menambahkan lagi keceriaan untuk belajar. Entahlah... Aku pun tak tau benarkah kata-kata sebegitu. Aku, sekolah bermula dari sekolah menengah, semuanya lelaki. Dan masuk IPT pun, tak dicampurkan 2 jantina. Kuliah pun semuanya lelaki. 'Kemanisan' belajar dan mengulangkaji campur aduk jantina ni, aku tak tau nak buktikan. Mungkin kalian boleh buktikan. Bila sebut hal ikhtilat ni, mungkin ramai yang memandang remeh. Zaman moden sekarang ni, tak memandang dah soal-soal sebegini. Maklum lah, diliberalkan Islam sekarang ni. Jika ada suara yang menyekat apa jua bentuk ikhtilat yang dilarang Islam, dikatakan jumud dan konservatif. Aku sentuh hang, hang sentuh aku adalah perkara biasa yang menambahkan lagi kecerian belajar.
Bila penat belajar, pergi ke kafe bersama-sama. Mungkin makan bersama ni, menambahkan lagi kekeyangan perut. Senario keluar malam berdua-duan, adalah perkara biasa di semua kampus. Tak ceria kampus kalau tak ada istilah 'couple'. Semua sedia maklum, Allah berfirman di dalam al Quran sekira-kira maksudnya: Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Israaa : 32)
Kawan-kawan, salah satu agenda kuffar untuk merosakkan Islam itu, ialah memusnahkan pemuda-pemudi Islam. Bila rosakknya pemuda-pemudi Islam, dalam tempoh masa mendatang akan memincangkan masyarakat Islam. Salah satunya ialah menyuntik virus pergaulan bebas lelaki dan perempuan tanpa sepadan Iman dan Taqwa. Bila dah bebas, yang selalu meransangkan dan menghangatkan lagi kegersangan jiwa pemuda-pemudi ialah syaitan. Maka, berlakulah apa yang tak sepatutnya berlaku.
Islam menutup apa jua jalan untuk menuju kepada perzinaan. Ayat ini, hendaklah selalu kita dengarkan kepada pemuda-pemudi sekarang, agar selalu memperingati akan peringatan Allah SWT.
Kalendar pengajian dunia kampus musim baru sudah bermula. Pelajar-pelajar baru akan memasuki alam IPT, alam yang penuh dengan cabaran zahir dan batin. Oleh yang sedemikian, marilah kita pagari diri kita dengan keimanan dan ketaqwaan. Moga-moga kita mampu mengawal diri.
Hamba Allah yang baik, antaranya adalah selalu menginsafi diri. Silap langkah dalam kehidupan, kembali kepada jalan hidayah. Istigfar selalu. Manusia yang jauh dari hidayah Allah, bila melakukan dosa tak merasai titik hitam di hati. Hamba Allah yang disukaiNya, bila lakukan dosa kembali bertaubat.
Sumber: www.halaqa-online.com
Aman Ali dan Bassam Tariq, dua pemuda Muslim Amerika yang tinggal di New York City mengisi bulan Ramadan kemarin dengan kegiatan yang unik. Mereka melakukan perjalanan dari masjid ke masjid yang ada di seluruh New York City mulai dari Masjid Malcolm X di Harlem, masjid di Pusat Kebudayaan Bosnia sampau masjid yang berada di Islamic Center Universitas New York.Mereka menuliskan pengalaman dan hasil eksplorasi mereka ke setiap masjid dalam blog yang bertajuk "30 Mosques in 30 Days" (30mosques.tumblr.com). Tak disangka, ternyata pengalaman yang mereka bagi di blog mendapat respon luar biasa. Setiap harinya, blog mereka dikunjungi 1.500 orang baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim dari seluruh dunia. Sejumlah pengunjung menyatakan terinspirasi untuk melakukan kegiatan seperti yang dilakukan Ali dan Tariq, di kota mereka masing-masing.
New York City adalah kota penting bagi populasi Muslim di AS. Di kota ini terdapat beragam komunitas Muslim mulai dari komunitas Muslim dari Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Asia Timur, Eropa sampai komunitas Muslim Afrika Amerika. Mereka juga menggunakan beragam bahasa dan tentu saja nuansa Islam mereka kental dengan pengaruh latar belakang budaya masing-masing. Inilah yang dieksplorasi oleh Ali dan Tariq selama melakukan perjalanan dari masjid ke masjid di seantero kota New York.
Ali dan Tariq mengaku mendapat pengalaman berharga selama melakukan perjalanan. Mereka selalu disambut dengan keramahan setiap datang dari satu masjid ke masjid lain. Pengalaman yang paling menyentuh adalah ketika Ali berkunjung ke sebuah masjid di kawasan Bronx. Sehari sebelum kedatangannya, masjid itu terbakar habis. Tapi Ali menyaksikan jamaah tetap berdatangan."Bilal, salah seorang jamaah membacakan salah satu hadist favorit saya yang membuat suasana di masjid malam itu sangat khusyuk. Hadist yang dibacakan Bilal, bahwa kaum Muslimin itu ibarat satu tubuh. Jika ada satu bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya," kata Ali mengenang perjalanannya.
Ia menambahkan,"Tapi Bilal memberikan point lain yang menarik. Dia bilang, hal serupa juga berlaku dengan kebahagiaan. Ketika ada seorang Muslim yang mendapatkan kebahagiaan, kita semua ikut senang. Pada saya Bilal berkata bahwa saat ini bukan waktunya untuk bersedih atau merasa depresi. Kita harus tetap tersenyum dan bersyukur karena masih banyak orang yang berkumpul di sini untuk saling memberikan dukungan menjelang akhir Ramadan ini."
Lain lain pengalaman Tariq. Di hari ke-9 Ramadan, ia berkunjung ke masjid komunitas Muslim asal Afrika Barat, Masjid Aqsa. Di masjid ini ia bertemu dengan seorang jamaah yang memaksanya untuk menikmati makan malam sehabis salat agar para jamaah di masjid itu tahu bahwa mereka kedatangan seorang tamu dan tamu harus dimuliakan.
Dari perjalanan itu, Ali dan Tariq jadi tahu sejarah unik di setiap masjid. Islamic Center di New York University misalnya, dibangun atas swadaya para mahasiswa. Dan sebuah masjid di Staten Island, dibangun oleh seorang lelaki yang bekerja di pabrik pada masa Perang Dunia II.Bagi Ali dan Tariq pengetahuan semacam itu sangat penting untuk menunjukkan sejauh mana sebenarnya kontribusi Muslim Amerika terhadap perkembangan AS dan bagaimana Muslim di Amerika berkembang sejalan dengan identitas ke-amerika-annya.
"Amerika memiliki penduduk dari berbagai ras, etnis dan agama. Kita semua hidup berdampingan dengan damai. Syak wasangka dan 'benturan' yang terjadi pasca serangan 11 September 2001 lebih karena kesalahpahaman dan ketidaktahuan tentang Islam dan Muslim," kata Ali dan Tariq.
Perjalanan selama 30 hari dari masjid ke masjid yang dilakukan Ali dan Tariq merupakan perjalanan spiritual yang terbukti mampu menerobos persepsi yang salah tentang Islam dan Muslim di AS. Ini terlihat dari respon positif atas perjalanan dan pengalaman mereka bukan hanya datang dari kalangan Muslim tapi juga non-Muslim. (eramuslim.com, 09/10/09)



