Curhat

(Hlm 3, Edisi 07/Mar'09) Curhat<<

Amy F. 7.3

Assalam ka sya mau tnya blh ga dlm agama Islam acra ULTAH ada tiup lilin’a? Aku minta on-r’a jgn telat lg. Wassalam. Thank’s.

Walaikumussalam,

Sebelumnya kami minta maafkalo On-Rnya sering telat. Insya Allah On-R akan terbit setiap bulan walaupun sering telat sih. Tapi tolong maklumin ya dan doain kita ya agar buletin ini jadi lebih baik.

Oke deh untuk pertanyaannya Insya Allah dijawab. Setiap Muslim setelah dia balig harus terikat dengan hukum Allah (Syariat Islam). Hukum asal perbuatan adalah terikat dnegan hukum Allah, jadi setiap perbuatan pasti ada hukumnya, baik itu wajib, haram, sunnah, makruh maupun mubah.

Dalam Islam tidak ada satu ayat pun dalam al-Quran atau hadis yang meriwayatkan tentang perayaan hari ulang tahun. Rasulullah sendiri tidak pernah merayakan kelahirannya. Karena sebenarnya perayaan ULTAH dan tiup lilin itu adalah budaya orang kafir. Sebagai contoh, perayaan kelahiran Yesus Kritus setiap tanggal 25 Desember, atau perayaan kenaikan Isa Almasih.

Rasulullah bersabda ”Barang siapa mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan kaum tersebut”. Artinya, kalo kita mengikuti budaya kafir maka kita termasuk juga golongan mereka yang suka ikut melakukan perayaan ULTAH. Mau di samain sama orang kafir? Ihh, ogah banget.

Tapi kalo seandainya kita ingin mensyukuri hari kelahiran kita dengan mengadakan syukuran, berbagi dalam menyantuni anak yatim, atau memberikan hadiah sebagai tanda kasih sayang sebagai saudara muslim, dan hal lain yang bisa mendatangkan sesuatu bermanfaat bagi orang lain maka hukumnya mubah/boleh. Namun, Kebolehan ini harus didasarkan pada ketakwaan kita kepada Allah dan sebagai intropeksi/muhasabah diri kita agar selalu dekat kepada Allah dan bukan untuk merayakan hari kelahiran kita (ULTAH). Wallahu’alam bish shawab.

Dila 8.5

Asslm ka… ku pengen nAnyA niiEe,, kata’y dlm islam qta ga leh pacarnt,, tpi qluw Hal itu daH tRjd gMn? ,,, dosa gk?,, tYuz qLu bKnT mUkhRim knT qta g9 Leh bRsnThanT ,,, jd klauw qta mUw p9an9anT tganT qluw daH bCa bismiLLaH Ttp dosa g9?,,, maPh qLuw pRtnYanT’a bnYx, … qu tn9gU jWbnT’a ea kA …

Walaikumussalam,

Dila yang dirahmati Allah, dalam Islam tidak ada pacaran, dalilnya diambil dari hadist rasulullah ”Tidak boleh wanita berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki kecuali ditemani mahramnya”, artinya pacaran/bedua-beduaan ga boleh. Truz, sebetulnya yang lebih tepat itu mahram bukan muhrim. Mahram adalah orang yang haram untuk dinikahi, misalnye : ayah kita, saudara kandung laki-laki kita, paman, kakek. Tapi, kalo sepupu itu bukan mahrom kita ya, lebih jelasnya baca surat An-Nur : 31 kita boleh koq, ineraksi dengan yang bukan mahrom, kaya teman sekelas, sepupu, abang ojeg dll tapi ga bersentuhan dan interaksi dalam hal-hal umum saja bukan hal-hal yang khusus atau pribadi (misalnya curhat atau ngomongin PR tapi beduaan)

Dila yang dirahmaiti Allah, yang menentukan standar baik dan buruk adalah Allah bukan manusia. Sehingga boleh atau tidak, benar atau salah yang menentukannya Allah. Allah melarang kita pacaran,atau deket-deketan ama yang mahram itu dosa, mau pake bismillah apa ga, tetep dosa. Kayak gini, minuman keras atau babi itukan ga boleh dimakan alias haram, tapi kalo sebelum minum atau makan baca bismillah, apakah minuman kerasnya dan daging babinya jadi boleh diminum atau dimakan (halal)? kan gak, tetep aja haram. Wallahu’alam bish shawab.

***

Pendapat_Mu

Ifan 7.7

Tipe belajar saya sih biasa saja. Saya menggunakan sistem (belajar serius tapi santai). Cara itu paling tepat untuk relaksasi otak. Dan jangan lupa baca doa sebelum dan sesudah belajar, mudah-mudahan tips cara belajar saya berguna untuk Sobat On-R di SMP 19 Bekasi… Thank’s.

Filza 9.6

Main sambil belajar… jadi lebih santai, dan gak bikin tegang (dalam bermain kita jjuga dapat pembelajaran).

Inta Rosida 9.6

Tipe belajar aku itu santai aja… coz kalo terlalu serius nantinya bosen. Dan menurut aku itu belajar gak perlu lama-lama… misalnya 2 jam gitu. Kan pasti bosen tuh … ya udah minimal 1 jam deh biar gak bosen. Dan satu lagi yang penting niatnya. Kalo belajar gak pake niat yah sama aja boong.

Dewi 9.1

Assalamu’alaikum Sobath…

Kalo menurut aku, belajar yang baik itu adalah belajar yang menggunakan jadwal yang baik, ada satu lagi yang gak kalah penting, untuk mencapai suatu keberhasilan, kita mesti belajar dari kesalahan kita. Dan gak pernah malu untuk bertanya jika ada yang gak mengerti… So, ikuti jadwal sehari-hari kamu dan jangan jaim yaa… hho,

Wassalam…

Indah N. S. 7.2

Jujur ya kak kalo tipe belajar aku itu kadang-kadang sambil nonton TV, juga kadang-kadang sambil tiduran.

0 Responses

Posting Komentar

  • Logo Buletin

    Logo Buletin

    Ayat Qur'an

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganyabergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (TQS. Ar-rad [13]: 11) ****************************** Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (TQS. Al-Baqarah [2]: 284) ****************************** Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (TQS. Al-Baqarah [2]: 285) ****************************** Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (TQS. Al-Baqarah [2]: 286) ****************************** Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (TQS. Al Mu'minun [23]: 1-11)

    Saran & Kritik


    ShoutMix chat widget